Selasa, 07 Juli 2009

Seni Ukir Batu


Dilihat dari jenisnya, ada beberapa jenis ukiran antara lain ukiran tembus (krawangan), ukiran rendah, Ukiran tinggi (timbul), dan ukiran utuh. Karya seni ukir memiliki macam-macam fungsi antara lain:

a. Fungsi hias, yaitu ukiran yang dibuat semata-mata sebagai hiasan dan tidak memiliki makna tertentu.

b. Fungsi magis, yaitu ukiran yang mengandung simbol-simbol tertentu dan berfungsi sebagai benda magis berkaitan dengan kepercayaan dan spiritual.

c. Fungsi simbolik, yaitu ukiran tradisional yang selain sebagai hiasan juga berfungsi menyimbolkan hal tertentu yang berhubungan dengan spiritual.

d. Fungsi konstruksi, yaitu ukiran yang selain sebagai hiasan juga berfungsi sebagai pendukung sebuah bangunan.

e. Fungsi ekonomis, yaitu ukiran yang berfungsi untuk menambah nilai jual suatu benda.

Menurut Zilmi (2000 : hal 1.2) di tinjau dari aspek sejarahnya bangsa Indonesia mulai mengenal ukiran sejak zaman batu muda (Neolitikum) yakni sekitar tahun 1500 sebelum masehi pada zaman itu nenek moyang bangsa Indonesia telah mampu membuat ukiran pada kapak batu, tampah tanah liat atau bahan lainya yang ditemukan lainnya.

Menurut Soemarjadi (1991 : 50) menjelaskan bahwa perekembangan ukir Indonesia kian meningkat setelah masuknya agama hindu dan budha pada abad XX hal ini terbukti dengan banyaknya peninggalan candi-candi yang banyak dihiasi dengan ornamen-ornamen yang dipahatnya

Seni Ukir Batu 3 Dimensi

Gambar 1. Dewi Kwam Im

Bentuk patung ini disusun secara natural yang artinya tidak adanya unsur pengayaan (stilasi) dari bentuk tersebut dan bunganyapun disusun secara natural pula dengan kelopak mekar tempat figurnya ditengah bunga yang mekar denagan tangan memegang guci yang biasanya diyakini oleh umat budha sebagai dewi kesejahteraan, dewi pemilihara dan dewi kasih sayang patung ini difungsikan sebagai hiasan rumah atau sebagai pemanis ruangan, patung ini bercorak cina, ragam hiasnya Bunga teratai dan figure.










Gambar 2. Patung Naga

Patung naga bertema animal, bersisik dan bergaris-garis dibagian mulutnya, ini merupakan karya yang mepunyai nilai estestis karena menurut Taufik (wawancara 5 oktober) proses dalam membuat patung ini menghabiskan waktu yang cukup lama juga karena untuk menyelesaikannya sangat diperlukan keseriusan. Ragam hias pada patung naga ini disusun secara deformasi.dengan gaya ukir cina , karena patung tersebut pengrajin mengambil contoh dari kelenteng bercirikhas pada kepalanya dan tubuhnya yang masih bergaya natural.













Gambar 3. Patung Kodok

Patung kodok ini sebagai hiasan kolam yang nantinya akan dijadikan sebagai pemanis pancuran kolam. Ragam hiasnya berupa garis seperti lingkaran pada matanya dan garis lurus seperti sebagai pelengkap yang terlihat di belakangnya. Patung ini mengambil gaya ukir bebas, obyek yang dijadikannya yaitu kodok dan bunga teratai dengan model ekpresi. Dengan dua bunga teratai yang sedang mekar, kodok sedang duduk sambil menyangga kepalanya ada yang sambil tidur terlentang dan ada jug yang tidur sambil menikmati sesuatu ragam hias ini tergolang ragam hias yang ekpresif yang mengutamakan kebebasan.









Gambar 4. Lamphion.

Lampion ini termasuk ornament 3 dimensi, dengan ragam hias vegetal dengan gaya ukir dari cina yang difungsikan sebagai hiasan biasanya sebagai pemanis pagar atau taman. Bentuk ornament ini daun-daun yang berserakan yang diukir kerawangan. lubang tersebut akan memunculkan cahaya lampu dari dalam lampion jika dinyalakan objek yang sebagai hiasan dilampion itu daun asam yang berserakan dengan jumlah daun sepuluh helai yang disusun sama tiap sisinya.









Gambar 5. patung putri duyung

Patung ini berbentuk putri duyung dan gerabah patung ini ragam hianya sisik yang bergaris setengah lingkaran dan garis gelombang di bagian rambutnya.biasanya difungsikan sebagai pemanis pagar atau bisa ditaruh dikolam ikan sebagai pancuran , bentuk dari patung ini disusun secara naturalis dengan pose putri duyung memegang sebuah guci yang dimana guci tersebut dipegang, gaya ukir ini termasuk gaya ukir bebas tidak terpengaruh dari gaya ukir manapun yuang artinya gaya ukir ini termasuk gaya ukir dari pengrajin sendiri .








Gambar 6. patung kera

Pada produk patung ini tergolong karya 3 dimensi yang menghadirkan bentuk patung monyet yang disusun secara stillasi yang agak terkesan sederhana karena tidak terlihat adanya gores-goresan yang memprindah hanya saja patung ini bertema binatang yakni monyet. Patung ini termasuk patung animal yang sedang duduk. Biasanya patung ini difungsikan sebagai sebagai pemanis ruangan tamu dan ditaruh dihalamn rumah.












Gambar 7. patung singa

Patung singa ini populer di Cirebon yang biasa disebut dengan patung gombong. patung singa ini disusun secara dideformasi yang dimana singa tersebut masih tidak jauh dari singa aslinya .patung ini difungsikan sabagai pemanis pagar, halaman rumah, deakat pintu masuk rumah, karena sesuai dengan sikap duduknya menurut taufik singa ini biasanya difungsikan sebagai pemanis.

Patung ini dengan posisi duduk karena basanya singa dengan posisi duduk menyimbolkan penjaga, maka untuk itu para konsumen jika membeli patung singa ini biasanya ditaruh di depan pintu utama karena yang sesuai dengan bentuknya. Ragam Hiasnya yakni garis lengkung, gigi disusun secara simetris dan jari – jarinya juga simetris.

Seni Ukir Batu 2 Dimensi.

Seni ukir batu dua dimensi ini dikelompokan menjadi dua kelompok besar yaitu :.

a. Seni ukir pada lingkaran.

b. Seni ukir pada panel segi empat

a. Seni ukir batu pada produk panel lingkaran.




Gambar

Gambar 8 Cupid

Seni ukir pada produk ini mengarah kebentuk yunani klasik yang menghadirkan figurative yang ditambah denga sayap ini termasuk gaya ukir bebas namun masih bergaya yunani dikarekan bentuk tubuh yang gemulai dan sayapnya. Dan yang paling mencolok dari gaya ukir ini figurnya seorang bocah atau anak kecil yang sedang membawa selendang. Dikatakan gaya yunani karena hiasanya motif-motif ini paling banyak ditemui diyuanani seperti banyak kita jumpai digereja-gereja dan lukisan klasik.

a. Seni Ukir Batu panel lingkaran (Figurative).

Gambar 9 Julus Caesar

Seni ukir pada produk ini menampilkan bentuk figure yang tergolang dari tokoh yunani yang bernama kaisar Julius yang dikembangkan oleh pengrajin yang dimana hiasan rambutnya ditambah denga bunga-bunga dengan jumlah sepuluh dikombinasi dengan daun sebagai pelengkap agar terkesan manis. Bentuk ornament ini disusun secara natualis yang hanya terlihat kepalanya saja dan bentuk batu inipun dibuat lingkaran atau bulat karena disesuaikan dengan ornament ini .

Ragam hias yang terdapat pada panel segi empat ,antara lain:

a. Seni ukir pada panel segi empat (vegetal)

Gambar 10 Bunga Melati

Ragam hias yang dipakai dalam produk ini berupa kelopak bunga. dengan susunan stillasi dengan kelopak sudah mekar dengan jumlah 8 kelopak dengan bentuk garis luar setiap kelopak menjorok kedalam dan diatasnya masih menguncup menutupi bentuk biji benang sari dengan jumlah kelopak yang masih berjumlah 8, dengan penempatan ditengah-tengah bentuk motif bunga ini stillasi dari bentuk bunga matahari dengan bentuk ukiran yang cekung dan cembung sehingga menampilkan bentuk bunga yang utuh.

Diujung tengah atas, bawah, kiri, dan kanan terdapat dua pasang daun pokok yang berbentuk ikal yang saling berhadapan kedalam antar kepala.daun poko yang berbentuk ikal tersebut umumnya terdapat pada motif pajajaran, motif nmajapahit, motif bali, dan motif daerah seperti motif Madera, cirebon, surakarta dan motif semarangan. Motif ikal padas produk ornament ini berbentuk lebih sederhana karena tidak terdapatnya bentuk sunggar, jambul, cula dan daun yang tumbuh disekiter pokok daun ikal. Ujung kiri atas bawah, kanan atas dan bawah terdapat satu helai motiuf yang berbenntuk rerimbunan daun yang menyatu denga motif daun yang berbentuk ikal.

b. Seni ukir pada panel segi empat (Vegetal).

Gambar 11 Bunga Matahari

Bentuk motif yang naturalis yang menggambarkan bentuk setilasi bunga matahari dengan kelopak bunga tersusun dua, bagian kelopak bawah yang sudah mekar dengan 8 kelopak bunga dengan bentuk setiap kelopak yang bagian samping agak menjorok kedalam, bentuk uratannya cekung mengikuti alur bagian luar kelopak.

Diujung tengah atas, gbawah, kiri dan kanan terdapat daun dengan satu berujung besar dan dua berujung kesil dengan ukirann yang cekung, bagian dauin besar terdapat urutan garis dengan jumlah tiga buah kecil terdapat bentuk keempat daunnya tersebut mempunyai bentuk segitiga, yang biasanya bentuk daun motif ini juga terdapat motif jepara. Ditengah antara kedua daun-daun tersebut terdapat daun yang agak bulat terletak dibawah daun yang berujung kiri atas dan bawah dan kanan atas dan bawah dengasn jumlah uratan tiga buah beerupa garis lurus. Bentuk daun ini sebagai penyeimbang antara bentuk daun yang berbentuk segitiga d

a. Seni ukir pada panel segi empa (Vegetal).

Gambar 12 Bunga Teratai

Seni ukir produk ini mengambarkan ragam hias vegetal yang mengambil dari bunga teratai tanah yang ditambah dengan rumput dijadikan sebagai pelengkap atau sebagai menambah keindahan. Gaya ukir ini termasuk gaya ukir bebas yang disusun secara naturalis dengan 4 helai daun, 3 bunga dan rumput liar. Pada produk ini daun teratai terlihat seperti daunt alas karena pada daun tersebut dibuat agak miring sehingga terkesan seperti daun talas.

b. Seni ukir pada panel segi empat (Vegetal)

Gambar 13 Daun (stilasi)

Seni ukir pada produk ini tergolong motif kerajaan atau daerah . bentuk motif mengarah kearah pajajaran dikarenakan memiliki daun yang berbentuk ikal, mempunyai bentuk gula pada bagian mukanya dan semua daun semua daun dan bunga besdar maupun kecil dibuat cembung atau kebulatan. Dan disetiap pokok daun baik yang besar maupun yng kecil mempunyai nenerapa angkup.pada muka daun pokok yang berbentuk ikal terdapat bentuk cula yang tersusun sbanyak I gula yang merupakan cirri dari motif ini. Bentuk ukirannya dibentuk cembung atau bulatan.

c. Seni ukir pada panel segi empat (Vegetal).

Gambar 14 Tembakau

Seni ukir pada produk ini menampilkan tumbuhan dengan jumlah 12 daun. Pohon ini termasuk tumbuhan tembakau yang disusun secara naturalis walaupun mengalami pengayan dibagian akarnya namun masih didominasi naturalis. Motif diukir dengan lengak-lengok. Pada produk ini juga difungsikan sebagai hiasan dinding dan pemanis pagar gaya ukir ini termasuk gaya ukir bebas yang tidak terpengaruh oleh gaya daerah sedikitpun.


d. Seni ukir pada panel segi empat (Figurative).








Gambar 15 Wajah

Seni ukir pada produk ini menampilkan motif figure yang disusun secara naturalis sebenarnya motif ini yang tak lain adalah salah satu UD.ELSA dengan gaya muka yang ekpresi karena menurut salah satu karyawannya ingin menampilkan sesosok wajah yang lain yang tidak meniru gaya figure-figur yang ternama. Seperti pada produk inipun bisa diwujudkan.


e. Seni ukir pada panel segi empat (Vegetal).

Gambar 16 Buah Anggur

Seni ukir produk ini menggambarkan motif buah anggur dengan jumlah 2 buah dan 4 daun dalam satu tangkai motif disusun secara deformasi yang digayakan tapi masih tidak jauh dari bentuk aslinya, bentuk ukir ini tergolong gaya ukir bebas. Produk ornament ini difungsikan sebagai pemanis dinding dan pagar.

f. Seni ukir pada panel segi empat (matahari bersinar)

Gambar 17 Matahari Bersinar

Seni ukir pada Produk ini menghadirkan bentuk matahari yang sedang bersinar, bentuk ornament ini disusun secara stillasi sehingga nampak seperti bunga. Bentuk ornament ini bergaya ukir bebas. Pada produk ini mengambil tema alam. Bentuk ornament ini menhadirkan sperti daun daun pisang dengan jumlah 16 yang dimana tiap helai daun digores garis gelombang yang tiap helainya berjumlah 2 bgores yang diartikan sebagai sinar matahari yang sedang memancarkan sinar.

g. Seni ukir panel segi empat (vegetal).

Gambar 18 Bunga Matahari distilasi

Seni ukir yang ditampilkan pada produk ini berbentuk daun yang stilasi bunga matahari yang telah digayakan yang ditampilkan dalam bentuk tidak terlalu utuh hanya setengah dengan bentuk ukiran yang cembung dan cekung. Motif matahari dibuat dengan bentuk seekpresif mungkin dengan bentuk kelopaknya yang ukirannya yang tidak selalu sama dengan yang lainnya, bentuknya juga menngalami pengayaan , dengan bentuk bagian tengahnya yang bisa disebut dengan bentuk benang sari, bentuk tersebut dengan urutannya yang disusun secara diagonal dan diantara pertemuaan g.

h. Seni ukir pada panel segi empat (vegetal).

Gambar 19 Bunga Matahari

Seni ukir ini menghadirkan motif bunga matahari yanb sedang mekar dengan 8 kelopak dan 4 daun. Produk ini dengan motif stilasi dimana bunga tersebut disusun secara menghadirkan nilai estestis yang diagayakan agar memiliki nilai keindahan lain. Bunga inipin dibenang sarinyapun terlihat gairis horizon dan vertical yang dibuat secara berulang-ulang sehingga teekesan seperti kotak-kotak.

i. Seni ukir pada pada panel segi empat (vegetal)

Gambar 20 Bangau dan Palem

Seni ukir pada produk ini berupa burung bangau yang sedang mencari makan dirawa maupun burung yang sedang mencari tempat untuk mencari makan . motif pada ornamen ini mengambil jenis burung bangau . bentuk ornament ini menampilkan bentuk naturalis seperti daunnya maupun burungnya. Seperti yang terlihat digambar dimana disitu menampilkan rumput air dan padi.

Produk ini biasanya difungsikan sebagai pemanis pagar atau ditempel digerbang pagar karena sesuai dengan bentuknya dan jenisnya.

j. Seni ukir pada panel segi empat (vegetal dan animal).

Gambar 21

Seni ukir pada produk ini berupa motif realis dengan mengahadirkan burung dan gandum. Burung tersebut sedang memakan gandum dan ada juga yang berteger diatas daun da juga yang terbang. ornament ini bergaya ukir bebas yang dikembangkan oleh penrajin sendiri , Seni ukir pada produk ini merupakan ornament dinding juga.

Seni ukir ini mengambil obyek enam burung dan dua batang gandum seperti yang terlihat burung tersebut memakan gandum tersebut.pada produk ini berupa motif realis dengan mengahadirkan burung dan gandum. Burung tersebut sedang memakan gandum dan ada juga yang berteger diatas daun ada juga yang terbang. ornament ini bergaya ukir bebas .

2 komentar: